#18thDays: Perihal Perempuan

Perempuan, makhluk berperangai lembut dan terkadang bisa pula berperangai yang sulit ditebak. Lelaki mana yang tak takluk ketika mereka mulai mengumbar senyumnya, senyum yang kadang tak bisa ia kontrol. Atau ketika mereka mulai memajang wajah cemberut yang bukannya membuat kami para lelaki takut namun berpikir, ini makhluk dibuat dari apa sampai-sampai bisa menenggelamkan dan memabukkan.

Kalian bilang, kami, para lelaki selalu menilai kalian dari apa yang kami lihat,dalam artian positif tentunya, dan dengan alasan itu pula kalian mulai bersolek hinga kadang terlupa bahwa kecantikan tak hanya terpancar dari mahalnya pakaian dan kosmetik yang kalian gunakan, melainkan attitude kalian. Bolehlah kalian berulangkali menyalahkan kami karena mata kami melirik kepada perempuan lain, tapi bukan itu tujuan utama kami, kami hanya ingin membandingkan kalian dengan perempuan-perempuan itu apakah mereka bisa lebih baik dari kalian yang selalu mendampingi kami, dan ternyata tidak. #Pembelaan

Lagi, kami para lelaki adalah orang-orang yang kritis terhadap perempuan, kami selalu berfikir untuk mendapatkan yang terbaik meski kadang kami juga belum tentu yang terbaik bagi kalian. Lantas apa dasar kami menetapkan standar itu ? Hanya satu hal, karena kalian adalah calon ibu bagi anak-anak kami tentulah kami memilih yang terbaik, tak ingin kami jika suatu saat nanti kalian telah menjadi ibu akan lebih mementingkan urusan kosmetik dibanding kebutuhan gizi anak-anak. Dan tentu hak untuk menolak standar kami ada di tangan kalian wahai makhluk terindah ciptaan Tuhan.

Tuhan kami pernah mengingatkan bahwa suatu hal yang diciptakan-Nya dan menjadi malapetaka adalah tipu daya perempuan, lantas kenapa Tuhan menciptakan kalian begitu indah sehingga kami lupa telah terhanyut didalamnya.

Wahai makhluk yang mengatakan dirinya lemah, tak sadarkah kalian telah dibekali Tuhan senjata mematikan bagi kaum lelaki ? yap, air mata. Lebih baik bagi kami berada di medan perang daripada harus merasakan betapa "mematikan" nya senjata kalian yang satu itu. Tolong jangan terlalu sering kau gunakan air mata untuk membimbangkan kami, kami sudah terlalu lelah jika harus menghadapinya berulangkali.

Lain air mata lain pula dengan berat badan. Pertanyaan-pertanyaan kalian tentang berat badan kalian adalah hal yang selalu merepotkan kami. Lantas apa fungsi timbangan dan kaca buat kalian ? bah.

Kalian tercipta sebagai makhluk yang mencintai bujuk rayu, dan dari itulah kami belajar bagaimana rayuan kami menenggelamkan kalian. Bukan hal baik memang, tapi sifat kalian yang menyukai rayuan-rayuan itulah yang terkadang membuat para lelaki lupa diri dan akhirnya melahirkan berbagai kebohongan.

Bah,cukuplah kami memuji kalian, toh kalian lebih memahami semua hal itu lebih dari kami.

Tak masalah dari tulang rusuk lelaki mana kau diciptakan, pada akhirnya tulang punggung ku lah yang nanti akan mengokohkan rumah tangga kita, #eeaa. -Ramond, Tukang Kunci-

Hai, saya Admin blog ini, Anto !

Jikalau tulisan saya bermanfaat monggo share it ! ^_^

Comments

11 komentar:

  1. "kami selalu memilih yang terbaik, namun kami belum tentu yang terbaik untuk kalian".. aku suka kalimatmu yang ini. semoga, kami sudah bisa memberikan yang terbaik untukmu.. cie--cie.. eheheheheh

    keren mas.. mendalem banget tulisannnya..

    BalasHapus
  2. Postingan ini bukan diinspirasi kegalauan kan To: :P

    BalasHapus
  3. yup...air mata memang kadang menjadi senjata kebanyakan wanita untuk meluluhkan hati lelaki, tapi mungkin ga semua lelaki juga bisa tunduk karenanya....

    BalasHapus
  4. Kang Agha : haha, apaan yang di cie cie in kang ? blaas nggak ada cewek yang nyasar di komen ini

    Kang Dani : sebenere galau juga kang,tapi dimanfaatkan haha

    Pak Muroi : ini bagian dari curhat yo pak ? hahaha

    BalasHapus
  5. Postingan ini 'lelaki banget' kayaknya hehe..
    Baca dari awal hingga akhir pelan-pelan jadi ngerti alasan apa lelaki memilih seorang wanita. Tapi kembali lagi kadang-kadang ada lho yang bilang wanita cantik bisa memperbaiki keturunan :D

    BalasHapus
  6. Wuih, kalimatnya banyak menggunakan kata2 seorang pujangga. Pasti jago ngeranyu nih.... :D

    Itulah bentuk keadilan Sang PENCIPTA. Secara fisik, wanita diciptakan terlihat lemah, tapi mereka dibekali banyak senjata pamungkas yang mampu menghancurkan kegagahan seorang laki-laki.

    BalasHapus
  7. mbak Mizz Aiza : nah itu..... *opo*

    mbak Yuni : haha,, komen sambil curhat

    Tongkonanku : ngerayu mah tergantung sikon kang,, :P saya mah cuma bagian dari makhluk yang mengagumi wanita *halah podo wae*

    BalasHapus
  8. gue masuk tipe gak suka dirayu. oke sip. *curhat*

    BalasHapus
  9. haha,, masa sih *langsung nyari catetan*

    BalasHapus