[CERBUNG] Kecoak Bujang #1

     Hari masih pagi, aku terbangun dari tidurku, ku putar badanku, bunyi gemerutuk keluar dari sendi sendiku "Aah, masih nyaman sekali tempat tidurku ini" gumamku.

     Ah, sampai lupa aku memperkenalkan diri, namaku Ron, aku kecoak, aku tinggal disebuah tempat sampah besar bernama bantar gebang, paling tidak begitulah para manusia itu menyebut tempatku ini. Tempatku ini adalah komplek perumahan elit bagi kaumku, kecoak, lalat, tikus, bahkan sapi sapi milik para manusia banyak pula yang mengadu nasib di tempatku tinggal. Disini, kami bisa menemukan makanan mewah tiap harinya, mulai dari nasi, ikan, rendang, pizza, roti, sayuran dan masih banyak lagi.

     Aku beranjak dari kasur tempat aku tidur siang tadi, ini sudah malam, saatnya bekerja dan mencari makan. Dalam kamus kaumku tidak adan namanya ritual mandi, bagi kami mandi adalah satu bentuk kesia-siaan. Aku keluar dari kasur, yah, kasur adalah tempat tidurku sekalian rumahku, kalian para manusia telah berjasa besar bagi kaum kami.

     Menu sarapanku hari ini terbilang mewah, kepala ikan terhidang dihadapanku.

"Mewah cooy" begitu teriakku

     Usai sarapan aku mulai berjalan dari rumahku, baru sebatang rokok habis kuhisap, kulihat sepupuku Acun si lalat tengah berbahagia atas kelahiran anaknya, Ia dan Istrinya Estelle tengah berpesta.

"Cun, selamat yah udah jadi bapak, kumis ama jenggot tumbuhin lah biar keliatan kalo udah jadi orangtua hahaha" tawaku tak kalah bahagia

"Aaah bisa saja kau ini Ron, tumben sekali kau sepagi ini sudah rapi dan bau busuk, mau kemana kau rupanya ?" Acun menimpali

"Jalan-jalan lah, sebagai kecoa kaya apalagi rutinitasku selain jalan-jalan dan pamer kekayaan sekalian cari bibi untuk anak-anakmu haha"

"Halah, tak berubah diri kau itu. Estelle, nih ada si Ron, tolong kau buatkan kopi dan ambil barang dua tiga roti jamurnya", Acun meneriaki istrinya.

     Yah, sepupuku yang satu ini memang sangat romantis dengan istrinya. Aku masih ingat ketika beberapa bulan lalu mengantarnya menemui Estelle di bak sampah. Acun yang awalnya penakut, begitu aku gertak kalo tak cepat maka Estelle aku pacari langsung secepat kilat mendatanginya dan mengungkapkan maksud kedatangannya, yah mereka menikah dan kini dikaruniai anak anak yang lucu.

     Estelle datang dari belakang dengan membawa 2 gelas kopi dan sepiring roti jamur.

"Ron, tengoklah keponakanmu di kamar, mungkin kau akan termotivasi mencari pasangan setelah melihat mereka" 

"Damn, enteng banget kamu kak," gumamku dalam hati.

Lantas kutengok keponakanku yang tengah berpesta, lompat lompatan, lari kesana kemari diatas daging mentah.

"Hayooo, pada seru banget yak mainnya, sini sini sama paman ron, hei rupanya kamu yak komandan mereka" tanganku menunjuk ke wajah Ricardo, anak sulung Acun dan Estelle, lantas ku cubit pipinya yang membal kayak bakpao itu.

"Alien telah menyerang kita Jenderal, kirim sinyal SOS ke planet Sutarmas, harap kirimkan bantuan sesegera mungkin, pesawat kita telah dibajak" wajahnya serius dan tangannya memegang lidi yang digunakannya sebagai senjata.

"Tenang komandan, tenangkan pasukanmu, sudah kusiapkan senjata rahasia untuk memusnahkan alien itu" tak mau kalah, kutimpali kata kata Ricardo

"Pasukan mundur Pasukan mundur, Jenderal akan memusnahkan semua alien itu" tangannya memegang entah benda apa itu.

Lalu dengan cepat ku lemparkan tulang tulang ikan disebelah kasur layaknya anak panah.

"cpefftt cppeefft" liurku muncrat

"Mati kau makhluk asing, ini adalah daerah kekuasaanku, pasukan lucuti senjata mereka, kita masak mereka dan jadikan makanan, kita pesta" teriakku sambil mengacungkan lidi yang lebih panjang dari milik Ricardo.

     Teriakanku langsung disambut oleh keponakan-keponakanku, riuh sekali suasana kamar itu.

"Hooooo hooooo Menaaaangg"

"Merdekaaaaa, Ini tanah kitaaa"

"Ganyang Merekaaaaaaa"

"Uaangkuu manaaaaa"

"Ululululul puja kerang ajaib"

"Manusia loe Manusia lo"

     Mendengar umpatan itu Estelle masuk kamar dan menarik antene anaknya.

"Hayoo, kan sudah ibu bilang, nggak boleh ngomong gitu" Estelle menepuk nepuk pantat anaknya diiringi gelak tawa anak anaknya yang lain


Bersambung......

Hai, saya Admin blog ini, Anto !

Jikalau tulisan saya bermanfaat monggo share it ! ^_^

Comments

2 komentar:

  1. Balasan
    1. pikiran akan terbebas ketika ia di lepas liarkan dan menebas batasan batasan ^_^

      Hapus