Masih dan Tetap Liverpool

Kamu penggemar olahraga sepakbola ? apa klub favoritmu ? sudah berapa lama menjadi fans dari klub tersebut ?

Kalau jawabannmu ya, maka kita ini sealiran, pecinta olahraga kulit bundar. Apa yang membuat kamu begitu menggilai olahraga ini ? taktik permainannya kah, keindahan permainannya kah, pemainnya kah, atau gegap gempitanya seisi stadion tiapkali gol tercipta ? aah, tentu semua itu yang jadi alasan kecintaan kalian.

25 Mei 2005
Kala itu saya baru berusia 12 tahun, tepat di hari itu pula berlangsung final Liga Champion Eropa antara Liverpool melawan AC Milan. Hari masih pagi ketika antv menyiarkan berita olahraga sekaligus prediksi partai final UEFA Champions League musim 2004-2005. Satu hal yang menarik perhatian saya kala itu adalah adanya seorang peramal yang meramalkan Liverpool akan menjadi juara di partai puncak ini. Dan dengan polosnya saya memercayainya begitu saja, padahal AC Milan kala itu mempunyai tim terbaik di benua Eropa kala itu, Dida, Paolo Maldini, Jaap Stam, Cafu, Massimo Ambrosini, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Clarence Seedorf, Andriy Shevchenko serta Filippo Inzaghi. its the real Mission Impossible

Dini hari ketika partai puncak disiarkan, saya sudah siap siaga di depan televisi, dan hasilnya, 45 menit babak pertama AC Milan unggul 3 gol dari Liverpool. Namun keajaiban terjadi pada partai itu, Liverpool bisa membalas 3 gol Milan hanya dalam tempo 6 menit dan ketika sampai pada babak adu penalti Liverpool berhasil menjadi juara, dan waktu itu juga keputusan saya untuk menjadi fans Liverpool bulat sebulat bulatnya. Ini adalah partai final UEFA Champions League pertama yang saya saksikan sekaligus pertama kalinya saya begadang untuk menonton sebuah pertandingan sepakbola. Magic at Istanbul

Pasca keajaiban di Stadion Olimpiade Atatürk, saya selalu siap siaga di depan televisi tiap kali Liverpool berlaga. Satu catatan saya, itu adalah televisi pertama yang dimiliki oleh keluarga saya yang dibeli ketika tahun 2004.

2 tahun setelah final UEFA Champions League, Liverpool kembali bertemu AC Milan di Final tahun 2007 bertempat di Olympic Stadium Athena, Yunani, namun hasil akhir kali itu lebih berpihak kepada Milan dimana mereka menang dengan skor 2-1. Dan itu menjadi momen pilu tersendiri bagi saya.

Tahun demi tahun saya terus mengikuti perkembangan Liverpool, dan secara tak langsung saya menjadi saksi kegemilangan mereka. Namun tak kesemuanya gemilang, penjualan Xabi Alonso (2009), Fernando Torres (2011), dan Luis Suarez (2014) membuat Liverpool terseok-seok di musim berikutnya. Ditambah lagi di akhir musim ini Steven Gerrard sang legenda akan pergi meninggalkan Anfield, dan ada kabar bahwa belum adanya kesepakatan kontrak dengan Jordan Henderson serta Reheem Sterling.

Kalau dihitung-hitung, sudah hampir 10 tahun saya menjadi fans Liverpool, apa yang saya dapat ? kebahagiaan ketika melihat Liverpool memeneangi sebuah pertandingan, dan kekecewaan tiap kali mereka harus menelan kekalahan dan kegagalan. Musim 2013-2014 menjadi kebahagiaan besar buat saya, Selain berada di papan atas klasemen Liga Inggris, Liverpool juga berpeluang menjadi juara setelah 24 tahun puasa. Performa impresif mereka membuat saya memprediksi akan kejayaan mereka, namun harus kandas di akhir musim dan akhirnya Manchester City yang menjadi juara.

Hari ini, 22 Maret 2015, saya harus ikut menyaksikan kekalahan Liverpool atas MU di Anfield, dan makin pedih dengan di kartu merahnya Gerrard. Kampret, Musim ini benar-benar apes, mulai tersingkir dari UEFA Champions League, tersingkir dari UEFA Europa League, FA Cup, Carling Cup sudah dialami. Suram. Aah tapi saya masih sedikit terhibur dengan bercokolnya Liverpool di posisi ke 5 Liga Premier Inggris.

******

Apa kalian juga sama seperti saya ? Fans Liverpool ? bosen kan nunggu jadi juara EPL ? iyak, saya juga sama, tapi tetap akan saya tunggu.

Mau itu 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun lagi baru akan juara, saya akan tetap jadi bagian dari Liverpudlian yang merinding tiap kali anthem 'You'll Never Walk Alone' berkumandang di Anfield. Ini bukan masalah saya tidak bisa berpindah jadi fans ke lain klub, tapi cinta untuk Liverpool ini sudah jadi semacam 'agama' bagi saya.



Note : Di homepage blog ini ada foto saya dengan jaket Chelsea, saya bukan penggemar Chelsea lho. Koleksi jersey sepakbola saya cukup banyak di lemari dan saya tidak punya banyak berkas foto muka saya, jadi terpaksa pakai yang ada. ^_^

Anfield, Someday I'll be There. Liverpool, You'll Never Walk Alone.

Hai, saya Admin blog ini, Anto !

Jikalau tulisan saya bermanfaat monggo share it ! ^_^

Comments

6 komentar:

  1. saya juga salah satu pendukung liverpool hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, jangan jangan kita..... hahaha

      Hapus
  2. Aku bukan simpatisan club sepak bola tertentu :) :) Jadi aku enggak tahu banyak tentang sepak bola. Lagipula, menurutku sepak bola adalah olah raga yang cukup aneh. Penuh magic tertentu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, yang magic mah si dedi corbuxier

      Hapus
  3. Kalau saya jualan jumper baby sama tees Liverpool. Best seller tuh ^.^

    *malah promosi*
    *kabur*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau aku sih masih nyari emaknya hahaha

      Hapus